SETAN MUSUHMU YANG PERTAMA
Segala
puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah atas
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, penutup para nabi, dan para
keluarganya, shahabatnya serta para pengikutnya hingga hari kiamat. Amma ba’du
Sesungguhnya
kisah setan dengan manusia dimulai semenjak awal mula penciptaan manusia dan
akan terus berlangsung sampai hari kiamat. Kisah ini tentang permusuhan yang terus ada, yang
dahulu telah dimulai oleh bapak kita Adam ‘Alaihissalam dan terus berlangsung
hingga anak keturunannya. Sungguh Allah dan RasulNya telah memperingatkan
kepada kita tentang setan dan permusuhannya kepada manusia, agar kita waspada
dari perangkap-perangkap dan tipu dayanya. Allah Ta’ala berfirman:
“Syaitan
menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat
kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan
karunia, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. [QS. Al-Baqarah:268]
“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh
bagimu, Maka anggaplah ia musuh(mu), karena Sesungguhnya syaitan-syaitan itu
hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang
menyala-nyala”. [QS. Al-Faathir:6]
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal
lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti
langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang
nyata bagimu.
Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh
kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu
ketahui”. [QS. Al-Baqarah:168-169]
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah
kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu mengikuti
langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. [QS.
Al-Baqarah:208]
“(Bujukan orang-orang munafik itu adalah)
seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah
kamu". Maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata:
"Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena Sesungguhnya aku takut
kepada Allah, Rabb semesta alam". [QS. Al-Hasyr:16]
Sungguh Al-Qur’an telah menjelaskan
permusuhan setan ini dalam banyak ayat. Dibalik permusuhan ini ada tujuan yang
ingin dikehendaki oleh setan yaitu menghantarkan pengikutnya ke neraka.
Diantara pokok aqidah Ahlussunnah Wal
Jamaah adalah mereka beriman bahwasanya Allah menciptakan setan-setan dari
kalangan jin untuk membisikan kejelekan kepada anak Adam, menyesatkan dan
menjerumuskannya. Allah ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya syaitan itu membisikkan
kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti
mereka, Sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”. [QS. Al-An’am:121]
Sesungguhnya Allah Ta’ala akan memberikan
kepada setan untuk menguasai siapa saja yang dikenhendakiNya. Allah Ta’ala
berfirman:
وَاسْتَفْزِزْ
مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُـمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْـهِـمْ
بِـخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُـمْ فِى اْلأَمْوٰلِ وَاْلأَوْلـٰدِ
وَعِدْهُـمْ وَمَا يَعِدُهُـمُ الشَّيْطٰنُ إِلاَّ غُرُوْرًا.
“Dan hasunglah (perdayakanlah) siapa yang
kamu sanggupi diantara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka
pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan
mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. dan tidak ada yang
dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka”. [QS. Al-Israa’:64]
Allah Ta’ala juga akan menjaga dari tipu
daya dan rencana-rencana setan bagi hamba yang dikehendakiNya. Allah Ta’ala
berfirman:
“Sesungguhnya syaitan itu tidak ada
kekuasaanNya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya”.
[QS. An-Nahl:99]
“Sesungguhnya kekuasaanNya (syaitan)
hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang
yang mempersekutukannya dengan Allah”. [QS. An-Nahl:100]
Apabila permusuhan setan telah nyata dalam
bentuk seperti ini, maka wajib bagi seorang muslim untuk mengetahui musuhnya
dengan pengetahuan yang sempurna, sehingga bisa berhati-hati dan waspada dari
rencana penggodaan yang telah dipersiapkan musuh ini untuk manusia.
Dalam tulisan ini –saudara seislam- Kami
akan memberikan kepada kalian gambaran umum mengenai setan, meliputi;
sifat-sifatnya, tipudayanya dan sebab-sebab setan memperalat manusia untuk
menguasainya, sehingga kita menjadi jelas dengan urusan musuh kita yang sesat
ini, dalam rangka untuk mnjauhi sifat-sifatnya, mengidentifikasi tipu dayanya, mengambil
metode agar terjaga darinya dan cara mengalahkan serta membentengi diri
darinya. Semua ini bersumber dari kitab Allah Wa Jalla dan sunnah Nabinya
Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di dalam keduanya terdapat penjelasan bentuk permusuhan
dan peperangan setan agar seorang muslim senantiasa sadar dan memperhatikan
kekuatan yang dimiliki oleh musuh yang sesat ini. Al-Qur’an dan As-Sunnah juga
telah menentukan senjata-senjata yang pas, untuk menghadapinya dalam berbagai
kondisi.
Kami berharap kepada Allah Dzat Yang Maha
Tinggi lagi Maha Agung agar tulisan ini bermanfaat bagi kaum muslimin, sehingga
mereka dapat kembali mengikuti jalan para pendahulu mereka dari kalangan para
sahabat, tabi’in dan pengikutnya hingga hari kiamat, dalam rangka membenarkan
firman Allah Ta’ala:
“Kamu adalah umat yang terbaik yang
dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang
munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu
lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan
mereka adalah orang-orang yang fasik”. [QS. Al-Imran:110]
PENGERTIAN SETAN SECARA UMUM
Sesungguhnya diantara karakteristik agama
islam ialah menjadikannya tinggi lagi kuat diberi kemampuan untuk menghadapi berbagai kesulitan dan
permasalahan, serta mampu memberikan kepada seorang muslim cara dan jalan agar
bisa membantunya untuk hidup yang tenang. Sunnah nabi telah menjelaskan jalan
dan metode yang apabila seorang muslim mengikuti dan beriltizam dengannya bisa
menolak kejelekan setan dari bangsa jin dengan izin Allah.
Sekarang kami akan menjelaskan sebagian
sifat-sifat musuh yang pertama bani Adam (setan), diantaranya;
1.
SETAN ADALAH MUSUH YANG MENYERANG
Sungguh
setan telah menyatakan perang yang sengit, yang ini berasal dari penciptaannya
yang jelek dan dari keangkuhan serta hasadnya kepada manusia. Setan pernah
meminta izin kepada Allah Ta’ala untuk melakukan hal tersebut, maka Allah
Ta’ala mengizinkannya karena hikmah yang telah Allah Ta’ala ketahui. Setanpun pergi dalam rangka melaksanakan
janjinya dan menghinakan hamba-hamba Allah. FirmanNya:
“Berkata Iblis: "Ya Tuhanku, (kalau
begitu) Maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan”. [QS.
Al-Hijr:36]
“Allah berfirman: "(Kalau begitu)
Maka Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang diberi tangguh”. [QS. Al-Hijr:37]
“Sampai hari (suatu) waktu yang telah
ditentukan”. [QS. Al-Hijr:38]
“Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh
sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka
memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan
mereka semuanya”. [QS. Al-Hijr: 39]
2. SETAN MEMERANGI ANAK ADAM DARI SEGALA
ARAH
Berfirman Allah Ta’ala:
“Iblis menjawab: "Karena Engkau telah
menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari
jalan Engkau yang lurus”. [QS. Al-A’raaf:16]
“Kemudian saya akan mendatangi mereka dari
muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau
tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)”. [QS. Al-A’raaf:17]
3. SETAN MENGGERAKKAN BALA TENTARANYA
DENGAN DIAM-DIAM DAN SEMBUNYI-SEMBUNYI
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
إن
الشيطان يجري من ابن آدم مجرى الدم
“Sesungguhnya setan masuk ke dalam tubuh
anak Adam melalui aliran darah”. [Muttafqqun ‘alahi]
Sebagaimana darah itu menjalar ke seluruh
bagian tubuh. Manusia tidak merasakan aliran darah maka begitu pula
bisikan-bisikan setan tidak dirasa oleh manusia.
4. SETAN ADALAH MAKHLUQ YANG SOMBONG.
Allah
Ta’ala berfirman:
“Dan
ingatlah ketika Kami berkata kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam”,
maka sujudlah mereka kecuali iblis, ia enggan dan takabbur dan ia adalah
termasuk golongan orang-orang kafir”. [QS. Al-Baqarah:34]
5.
SETAN MEWAHYUKAN KEPADA MANUSIA AGAR SELALU BERDEBAT DAN BERKATA TENTANG ALLAH
TANPA ILMU.
Allah
Ta’ala berirman:
“Diantara manusia ada orang yang membantah
tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti Setiap syaitan yang jahat”.
[SQ. Al-Hajj:3]
6. SETAN AKAN MENGADU DOMBA DIANTARA
ORANG-ORANG MUKMIN.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan Katakanlah kepada hamha-hamba-Ku:
"Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar).
Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan diantara mereka. Sesungguhnya
syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia”. [QS. Al-Isra’:53]
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
إن الشيطان قد أيس أن يعبده المصلون في
جزيرة العرب ولكن في التحريش بينهم
“Sungguh Syaithan sudah berputus asa dari
disembah oleh orang-orang di Jazirah Arab, tetapi ia masih bersemangat untuk
mengadu domba antara mereka satu dengan yang lain” [HR. Muslim]
7. SETAN ADALAH SAUDARA BAGI ORANG-ORANG
MUBADZIR.
Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah
saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”.
[QS. Al-Isra’:27]
Seandainya manusia itu boros
(berlebih-lebihan) di dalam sesuatu, maka pasti setan akan menemaninya.
8. SETAN MENAMAI SESUATU BUKAN DENGAN
NAMANYA.
Allah Ta’ala berfirman mengenai hal tersebut:
“Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat
kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu
pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?" [QS. Thahaa:120]
Sungguh iblis telah menamakan pohon
terlarang itu dengan nama pohon khuldi dan itu adalah bukan nama yang
sebenarnya.
9. QUR’ANNYA SETAN ADALAH MUSIK.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi diantara
mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan
pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan
anak-anak dan beri janjilah mereka. dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan
kepada mereka melainkan tipuan belaka”. [QS. Al-Isra’:64]
Sesungguhnya suara setan adalah: musik.
Adapun nyanyian setan adalah alat-alat musik. Sungguh setan telah
menggunakannya untuk melakukan tipu daya kepada banyak makhluq. Hanya Allahlah
tempat meminta.
10. PERMUSUHAN SETAN DENGAN ANAK ADAM DIMULAI
SEMENJAK KELAHIRAN MANUSIA.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
ما من بني آدم مولود إلا يمسه الشيطان
حين يولد، فيستهل صارخًا من مس الشيطان، غير مريم وابنها
“Tidak ada seorang bayipun yang baru
dilahirkan dari keturunan Adam kecuali ia telah disentuh (dicubit) oleh setan
sehingga ia lahir dalam keadaan berteriak (menangis) karena cubitan tersebut,
kecuali Maryam dan puteranya (Nabi Isa)”. [Muttafaqqun ‘alaihi]
11. SETAN MEMERINTAHKAN UNTUK MERUBAH
CIPTAAN ALLAH.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan aku benar-benar akan menyesatkan
mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka
(memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya,
dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya".
Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, Maka
Sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata”. [QS. Al-Nisa’:119]
12.SETAN MAKAN, MINUM, MENGAMBIL DAN
MEMBERI DENGAN TANGAN KIRINYA.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
ليأكل أحدكم بيمينه، وليشرب بيمينه، وليأخذ بيمينه، وليعط
بيمينه، فإن الشيطان يأكل بشماله، ويشرب بشماله، ويعطي بشماله، ويأخذ بشماله
“Makanlah kalian dengan tangan kanan,
minumlah dengan tangan kanan, dan ambillah dengan tangan kanan, serta berilah
dengan tangan kanan, karena setan itu makan, minum, memberi, dan mengambil
dengan tangan kiri”. [Shahih: HR. Abu Dawud]
13. SETAN AKAN MENEMANI ANAK ADAM DI
TEMPAT TINGGAL DAN PADA MAKAN DAN MINUMNYA, JIKA TIDAK DISEBUTKAN ATASNYA NAMA
ALLAH.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
إذا دخل الرجل بيته قذكر الله عند دخوله وعند طعامه قال
الشيطان؛ لا مبيت لكم ولا عشاء، وإذا دخل فلم يذكر الله عند دخوله قال الشيطان؛
أدركتم المبيت، وإذا لم يذكر الله عند طعامه فال؛ أدركتم المبيت والعشاء
“Jika salah seorang diantara kalian masuk
ke dalam rumahnya, maka hedaklah dia menyebut nama Allah ketika masuk dan
ketika makan, maka setan akan berkata: “Tidak ada tempat tinggal bagi kalian,
dan tidak pula makan malam”. Namun jika seseorang masuk dan belum menyebut nama
Allah ketika masuknya, maka setan akan berkata: “Kalian telah mendapatkan
tempat tinggal”, dan jika belum menyebut nama Allah ketika makannya, setan akan
berkata: “Kalian telah mendapatkan tempat tinggal dan makan malam”. [HR.
Muslim]
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
إن الشيطان يحضر أحدكم عند كل شيء من شأنه؛ حتى يحضره عند
طعامه، فإذا سقطت من أحدكم اللقمه فليمط ما كان بها من أذى، ثم ليأكلها ولا يدعها
للشيطان، فإذا فرغ فليلعق أصابعه؛ فإن لا
“Sesungguhnya setan akan mendatangi salah
seorang dari kalian dalam segala urusan, sampai-sampai dia mendatangi kalian
ketika makan, maka jika terjatuh diantara kalian satu suapan, bersihkanlah dari
kotoran-kotorannya, kemudian hendaklah dia memakannya kembali dan tidak
memberikannya kepada setan, kemudian jika dia telah selesai maka hendaknya dia
menjilati jari-jemarinya”. [HR. Muslim]
14. SETAN AKAN MELARIKAN DIRI APABILA
MENDENGAR PANGGILAN SHALAT.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
إن الشيطان إذا نودي بالصلاة أدبر
“Sesungguhnya setan apabila mendengar
panggilan shalat maka dia akan lari terbirit-birit”. [HR. Muslim]
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
s
“Sesungguhnya setan apabila mendengar
panggilan shalat maka ia akan pergi sampai ke tempat raukha (yaitu tempat
antara kota
Mekkah dan Madinah yang berjarak kurang lebih 36 mil darikota Madinah)”. [HR.
Muslim]
15. MENGGERAK-GERAKKAN JARI TELUNJUK DI
DALAM TASYAHHUD LEBIH BERAT BAGI SETAN DARIPADA BESI.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
لهي أشد على الشيطان من الحديد
“Sungguh hal tersebut lebih berat bagi
setan daripada besi –yaitu menggerak-gerakkan jari telunjuk”. [HR. Ahmad]
16. SETAN AKAN MEMUTUS SHALAT ORANG YANG
SEDANG SHALAT APABILA TIDAK MENGHADAP PEMBATAS DAN MENDEKATI PEMBATAS TERSEBUT.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
إذا صلى أحدكم الى سترة فليدن منها،
لايقطع الشيطان عليه صلاته
“Apabila salah seorang dari kalian shalat
menghadap sutrah maka hendaklah dia mendekatinya, supaya setan tidak memutus
shalatnya”. {Shahih, HR. An-Nasa’iy]
17. SETAN AKAN MENDATANGI SESEORANG KETIKA IA SEDANG SHALAT.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
إن الشيطان يأتي أحدكم فى صلاته، فيلبس
عليه، حتى لايدري كم صلى؟ فإذا وجد ذلك أحدكم، فليسجد سجدتين وهو جالس قبل أن
يسلم، تم يسلم
“Sesungguhnya setan akan mendatangi salah
seorang diantara kalian di dalam shalatnya kemudian mengganggunya, sehingga ia
tidak tahu berapa rakaat shalat yang telah dikerjakan. Apabila salah seorang
diantara kalian merasakan hal tersebut, maka hendaklah ia sujud dua kali ketika
ia sedang duduk sebelum salam kemudian ia salam”. [Shahih, HR Abu Dawud]
18. APABILA SETAN MENEMUKAN CELAH DIANTARA
ORANG YANG SHALAT MAKA DIA AKAN MEMASUKINYA.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
أقيموا الصفوف؛ فإنما ثصفون بصفوف
الملائكة، وحاذوا بين المناكب وسدوا الخلل، ولينوا بأيدي إخوانكم، ولا ثذروا فرجات
للشيطان، ومن وصل صفا وصله الله، ومن قطع صفا قطعه الله عز وجل
“Tegakkanlah shaf-shaf, sesungguhnya shaf
kalian seperti itu shafnya malaikat. rapatkanlah bahu-bahu, tutuplah
celah-celah dan berlemah lembutlah terhadap saudara kalian serta jangan biarkan
celah untuk setan. Barangsiapa menyambung shaf maka Allah akan menyambung
hubungan dengannya dan barangsiapa memutus shaf maka Allah akan memutus hubungan
dengannya”. [Shahih, HR. ABU Dawud]
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
رُصُّوْا صُفُوْفَكُمْ
وَقَارِبُوْا بَيْنَهَا وَحَاذُوْا بِاْلاَعْنَاقِ فَوَالَّذِى
نَفْسِى بِيَدِهِ إِنِّى َلأَرَى الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ مِنْ خَلَلَ
الصَّفِّ كَأَنَّهَا الْحَذَفُ
“Rapatkanlah barisan kalian dan saling
berdekatlah serta tempelkan pundak-pundak kalian. Demi Dzat yang jiwaku berada
dalam genggamanNya, sesungguhnya aku melihat setan masuk diantara sela-sela
shaf seperti hodzaf”. [Shahih, HR Abu
Dawud]
Makna hodzaf adalah anak-anak kambing.
19. SETAN AKAN MEMBUAT PERMUSUHAN KE DALAM
DADA SESEORANG TERHADAP SUDARANYA.
Sebagaimana yang terjadi pada Nabi Yusuf
‘Alaihissalam, Allah Ta’ala berfirman menukil ucapan Nabi Yusuf ‘Alaihissalam:
“
“…setelah syaitan merusakkan (hubungan)
antaraku dan saudara-saudaraku… “. [QS. Yusuf:100]
20.
SETAN AKAN MENAMPAKKAN MIMPI YANG JELEK PADA TIDURMU.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
إِذَا
رَأَى أَحَدُكُمْ رُؤْيَا يُحِبُّهَا فَإِنَّمَا هِيَ مِنَ اللهِ فَلْيَحْمَدِ
اللهَ عََلَيْهَا وَلْيُحَدِّثْ بِهَا وَإِذَا رَأَى غَيْرَ ذلِكَ مِمَّا يَكْرَهُ
فَإِنَّمَا هِيَ مِنَ الشَّيْـطَانِ
“Apabila
salah seorang diantara kalian melihat
suatu mimpi yang disenanginya, sesungguhnya mimpi tersebut dari Allah, maka
hendaklah ia menyebut nama Allah atasnya dan menceritakannya (kepada orang
lain). Dan apabila dia melihat selain itu, dari suatu yang dibencinya,
sesungguhnya hal tersebut berasal
dari
setan”. [Mutafaqqun ‘alaih)
21. SETAN AKAN TERTAWA JIKA ANAK ADAM
MENGUAP TANPA MENUTUP MULUTNYA.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
الْعُطَاسُ
مِنَ اللّهِ , وَالتَّثَاؤُبُ مِنَ الشَّيْطَانِ , فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ
فَلْيَضَعْ يَدَهُ عَلَى فُيْهِ , وَإِذَا قَالَ : آهْ
, آهْ , فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَضْحَكُ مِنْ جَوْفهِ . وَإِنَّ اللّهَ عز جل يُحِبُّ
الْعُطَاسَ ، وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ .
“Bersin itu dari Allah dan menguap itu
dari setan. Jika salah seorang diantara kalian menguap, maka tutuplah mulutmu
dengan tanganmu dan jika ia mengucapkan “aah” maka setan akan tertawa di dalam
perutmu. Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap”. [Shahih, HR.
At-Tirmidzi]
22. SETAN AKAN MENGIKAT TENGKUK KEPALA
ORANG YANG TIDUR DENGAN TIGA IKATAN.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
يَعْقِدُ
الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ ثَلَاثَ عُقَدٍ إِذَا
نَامَ، بكُلَّ عُقْدَةٍ يَضْرِبُ عَلَيْكَ لَيْلا طَوِيلا، فَإِنْ اسْتَيْقَظَ
فَذَكَرَ اللَّهَ عز وجل انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، وَإذاْ تَوَضَّأَ
انْحَلَّتْ عُقْدَتان، فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَأَصْبَحَ
نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ
“Setan mengikat tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga tali ikatan, dimana pada tiap ikatan tersebut dia meletakkan godaan, “Kamu mempunyai malam yang sangat panjang maka tidurlah dengan nyenyak.” Jika dia bangun dan mengingat Allah maka lepaslah satu tali ikatan, jika dia berwudhu maka lepaslah tali yang lainnya, dan jika dia mendirikan shalat maka lepaslah seluruh tali ikatannya sehingga pada pagi harinya dia akan merasakan semangat dan kesegaran yang menenteramkan jiwa. Namun bila dia tidak melakukan itu, maka pagi harinya jiwanya menjadi jelek dan menjadi malas beraktifitas”. (HR. Al-Bukhari no. 1142)
Dari Jabir bin Abdillah dia berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Setan mengikat tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga tali ikatan, dimana pada tiap ikatan tersebut dia meletakkan godaan, “Kamu mempunyai malam yang sangat panjang maka tidurlah dengan nyenyak.” Jika dia bangun dan mengingat Allah maka lepaslah satu tali ikatan, jika dia berwudhu maka lepaslah tali yang lainnya, dan jika dia mendirikan shalat maka lepaslah seluruh tali ikatannya sehingga pada pagi harinya dia akan merasakan semangat dan kesegaran yang menenteramkan jiwa. Namun bila dia tidak melakukan itu, maka pagi harinya jiwanya menjadi jelek dan menjadi malas beraktifitas”. (HR. Al-Bukhari no. 1142)
Dari Jabir bin Abdillah dia berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Setan akan mengikat di kepala salah
seorang diantara kalian apabila tidur dengan tiga ikatan dan dikatakan pada
setiap ikatan: ‘Malam yang panjang, tidurlah’. Apabila seorang bangun tidur
lalu berdzikir pada Allah maka terlepas satu ikatan. Apabila ia (melanjutkan) berwudhu
terlepas ikatan kedua. Dan apabila ia (melanjutkan) mengerjakan shalat maka
terlepas ikatan ketiga, lalu dia menjadi semangat dan jiwanya baik. Sekiranya
dia tidak melakukan perkara ini, maka jiwanya akan menjadi buruk dan malas”.
[HR. Muslim no. 776]
23. SETAN AKAN MENGINCAR ANAK ADAM APABILA
DIA SAFAR SENDIRIAN.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
الراكب شيطان، والركبان شيطانان،
والثلاثة
“Satu pengendara (musafir) adalah setan.
Dua pengendara (musafir) adalah 2 setan, dan 3 pengendara (musafir) itu baru
disebut rombongan musafir”. [Shahih, HR At-Tirmidzi]
24. SETAN AKAN MENJAUH DARI JAMAAH.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
أراد منكم بحبوحة الجنة فليلزم الجماعة؛
فإن الشيطان مع الواحد، وهو من الاثنين أبعد
“Barangsiapa dari kalian menginginkan
tinggal di tengah-tengah syurga, maka hendaklah berpegang teguh kepada Al-jamaah,
karena setan bersama seorang (sendirian) dan dia dari 2 orang, dengan lebih
jauh’. [Shahih, HR. At-Tirmidzi]
25. SETAN AKAN MENGHIASI WANITA APABILA
KELUAR DARI RUMAHNYA.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
المرأة عورة؛ فإذا خرجت استشرفها
الشيطان
“Wanita itu aurat. Apabila ia keluar
rumah, maka setan akan menghiasinya”. [Shahih, HR. At-Tirmidzi]
26. SETAN ADALAH PIHAK KETIGA APABILA
SEORANG LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN BERDUA-DUAAN.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
لايخلون رجل بامرأة؛ فإن ثالثهما
الشيطان
“Tidaklah seorang laki-laki dan perempuan
berdua-duaan, melainkan setanlah yang menjadi pihak ketiganya”. [Shahih. HR.
Ibnu Majah]
27. SETAN AKAN MENYEBABKAN KELUARNYA DARAH
HAID TAMBAHAN PADA SEBAGIAN WANITA.
Dari ‘Aisyah bahwa Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda bersabda kepadanya tentang darah tambahan ketika
haid:
إنه ركضة من ركضات الشياطين
“Sesungguhnya itu merupakan gangguan dari
gangguan-gangguan setan”. [Shahih, HR. At-Tirmidzi]
Apabila setan mengganggu pembuluh darah
(kewanitaan) maka mengalirlah darah dari pembuluh darah tersebut.
28. SETAN TIDAK TIDUR SIANG
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
“Tidurlah pada siang hari, karena setan
tidak tidur pada siang hari”. [Shahih al-Jami’:443]
29. SETAN MENYEBARKAN DAKWAHNYA MENUJU
JALAN YANG SESAT.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini)
adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti
jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari
jalanNya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa”. [QS.
Al-An’am:153]
Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
ketika menjelaskan tentang ayat ini, beliau membuat garis lurus dengan
tangannya, kemudian beliau bersabda:
“Ini adalah jalan Allah yang lurus”. Lalu
Beliau membuat garis lurus di sebelah kanan dan kirinya, kemudian beliau bersabda:
“Ini merupakan jalan-jalan yang tidak ada pada jalan ini kecuali setan yang
menyeru di dalamnya”. Lantas beliau membaca ayat tersebbut”. [Shahih, HR Ahmad]
30. SETAN AKAN MEMBESAR APABILA ANAK ADAM
MENCACINYA DAN AKAN MENGECIL APABILA MANUSIA BERDZIKIR KEPADA ALLAH.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah
bersabda, ketika ada binatang tunggangan yang tersungkur dan semisalnya.
لاثقل؛ ثعس الشيطان، فإنك إذا قلث ذلك
ثعاظم حثى يكون مثل البيث، ويقول، بقوثى ، ولكن قل؛ بسم الله؛ فإنك إذا قلت ذلك
تصاغر الشيطان حتى يكون مثل الذباب
“Janganlah kamu mengatakan: ‘Celakalah
setan’, karena sesungguhnya jika kalian mengatakan perkataan tersebut maka
setan akan membesar hingga sebesar rumah. Setan akan berkata: ‘Karena kekuatanku
(kamu celaka)’, akan tetapi ucapkanlah: ‘Bismillah’. Jika kalian mengatakan
perkataan tersebut, maka setan akan mengecil hingga seperti lalat”. [Shahih,
HR. Abu Dawud]
31. SETAN AKAN DATANG KETIKA SESEORANG
MARAH.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
إني
لأعلم كلمة لو قالها ذهب عنه ما يجد، لو قال؛ أعوذ بالله من الشيطان، ذهب عنه ما
يجد
“Sungguh aku akan ajarkan suatu kalimat
yang apabila ia mengatakannya, maka akan pergi apa yang ia rasakan (rasa
marah), yaitu apabila ia mengatakan:’Aku berlindung kepada Allah dari setan’,
niscaya akan pergi apa yang ia rasakan (rasa marah)”.[Mutafaqqun ‘alaih)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan
kalimat tersebut ditujukan kepada seseorang yang sedang marah, sampai wajahnya
memerah.
32. SETAN TIDAK AKAN BISA MENDEKATI ORANG
YANG MEMBACA AYAT KURSI.
Setan pernah berkata jujur kepada Abu Hurairah
radhiallahu ‘anhu:
<من قرأ أية الكرشي قبل النوم، لايزال عليه من الله حافظ ولا
يقربه شيطان حتى يصبح>. وأقر رسول الله فقال؛ <صدقك وهو كذوب>
“Barangsiapa yang membaca ayat kursi
sebelum tidur, maka Allah akan selalu menjaganya dan setan tidak akan
mengganggunya hingga subuh’. Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membenarkan
hal tersebut, lalu beliau bersabda: ‘Dia (setan) telah berkata jujur kepadamu padahal
dia adalah pendusta”. [HR. Al-Bukhary]
33. SETAN AKAN DIBELENGGU SAAT DI BULAN
RAMADHAN.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
إذا
جاء رمضان فتحت أبواب الجنة وغلقت أبواب النار، وصفدت الشياطين
“Apabila datang bulan ramadhan, dibuka
pintu-pintu surga dan ditutup pintu neraka serta setan-setan dibelenggu”. [HR. Mutafaqqun
‘alaih]
34. SETAN TIDAK BERDAYA DI HADAPAN ORANG
YANG BERTAUBAT DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa
bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah. Maka
ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya’. [QS. Al-A’raaf:201]
35.SETAN AKAN MENJADI LEMAH DAN TIDAK
BERDAYA DI HADAPAN ORANG-ORANG YANG IKHLAS.
Allah berfirman:
“Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh
sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka
memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan
mereka semuanya”, [QS.Al-Hijr:39]
“Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis
diantara mereka". [QS.Al-Hijr:40]
Allah Ta’ala tidak akan menerima suatu
amal perbuatan kecuali apabila dilakukan dengan ikhlas.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
إن الله لا يقبل من العمل إلا ما كان خالصًا له وابتغي
به وجهه
“Allah tidak akan menerima amal perbuatan
kecuali karena ikhlas dan berharap dapat melihat wajahNya”. [Shahih, HR.
An-Nasa’iy]
Terakhir,
Ketahuilah wahai saudaraku seiman,
sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan menjadikan setan menguasai hambaNya,
apabila hamba tersebut senantiasa berada di jalan ketaatan kepadaNya. Bahkan
Allah Ta’ala akan memberikan kepada hambaNya yang taat, mampu menguasai dan
mengendalikan dari gangguan setan. Maka barangsiapa yang telah mendapatkan
kebaikan maka pujilah Allah, dan barangsiapa yang mendapatkan selain itu
(kejelekan) maka jangan salahkan siapapun selain dirinya sendiri.
Apabila kalian –saudaraku muslim- ingin
terhindar dari gangguan setan, maka bersemangatlah di dalam mengerjakan wasiat
Rosulullah shallallahi ‘alaihi wa sallam yaitu membaca dzikir-dzikir dan
wirid-wirid yang umum. Barangsiapa yang konsisten mengerjakan hal tersebut,
maka ia telah melindungi dirinya, keluarganya, anak-anaknya dan keadaannya dari
tipu daya setan serta dari menyia-nyiakan waktu. Cukuplah Allah sebagai
Pelindung.
Shalawat semoga tercurah kepada Nabi kita
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabat-sahabatnya.